Saturday 24 January 2026 - 11:29
Kisah Kesembuhan Malaikat Futhrus oleh Berkah Ayunan Imam Husain (as)

Hawzah/ Dikisahkan, ketika Futhrus—malaikat yang sayapnya patah—mengusapkan sayapnya ke ayunan Imam Husein 'alaihissalam, ia pun sembuh seketika. Setelah terbang ke udara, ia berseru: "Wahai Rasulullah! Setiap orang yang berziarah kepada cucumu Husain, akan kusampaikan ziarahnya. Setiap orang yang mengucapkan salam untuknya, akan kusampaikan kepadanya. Dan setiap shalawat untuknya, akan kusampaikan kepadanya." Setelah mengucapkan janji itu, ia pun meninggalkan bumi menuju langit.

Berita Hawzah– Menyambut kelahiran pemimpin para syahid, Sayyidina Aba Abdillah Al-Husein 'alaihissalam , kami sajikan ulasan dan kajian atas riwayat masyhur ini sebagai hadiah untuk para pecinta beliau.

عَنْ إِبْرَاهِیمَ بْنِ شُعَیْبٍ الْمِیثَمِیِّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع یَقُولُ إِنَّ الْحُسَیْنَ بْنَ عَلِیٍّ ع لَمَّا وُلِدَ أَمَرَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ جَبْرَئِیلَ ع أَنْ یَهْبِطَ فِی أَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِکَةِ فَیُهَنِّئَ رَسُولَ اللَّهِ ص مِنَ اللَّهِ وَ مِنْ جَبْرَئِیلَ ع قَالَ وَ کَانَ مَهْبِطُ جَبْرَئِیلَ ع عَلَی جَزِیرَةٍ فِی الْبَحْرِ فِیهَا مَلَکٌ یُقَالُ لَهُ فُطْرُسُ کَانَ مِنَ الْحَمَلَةِ فَبُعِثَ فِی شَیْ‌ءٍ فَأَبْطَأَ فِیهِ فَکُسِرَ جَنَاحُهُ وَ أُلْقِیَ فِی تِلْکَ الْجَزِیرَةِ یَعْبُدُ اللَّهَ فِیهَا سِتَّمِائَةِ عَامٍ حَتَّی وُلِدَ الْحُسَیْنُ ع فَقَالَ الْمَلَکُ لِجَبْرَئِیلَ ع أَیْنَ تُرِیدُ- قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَی أَنْعَمَ عَلَی مُحَمَّدٍ ص بِنِعْمَةٍ فَبُعِثْتُ أُهَنِّئُهُ مِنَ اللَّهِ وَ مِنِّی فَقَالَ یَا جَبْرَئِیلُ احْمِلْنِی مَعَکَ لَعَلَّ مُحَمَّداً ص یَدْعُو اللَّهَ لِی قَالَ فَحَمَلَهُ فَلَمَّا دَخَلَ جَبْرَئِیلُ عَلَی النَّبِیِّ ص وَ هَنَّأَهُ مِنَ اللَّهِ وَ هَنَّأَهُ مِنْهُ وَ أَخْبَرَهُ بِحَالِ فُطْرُسَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص یَا جَبْرَئِیلُ أَدْخِلْهُ فَلَمَّا أَدْخَلَهُ أَخْبَرَ فُطْرُسُ النَّبِیَّ ص بِحَالِهِ فَدَعَا لَهُ النَّبِیُّ ص وَ قَالَ لَهُ تَمَسَّحْ بِهَذَا الْمَوْلُودِ وَ عُدْ إِلَی مَکَانِکَ قَالَ فَتَمَسَّحَ فُطْرُسُ بِالْحُسَیْنِ ع وَ ارْتَفَعَ وَ قَالَ یَا رَسُولَ اللَّهِ ص أَمَا إِنَّ أُمَّتَکَ سَتَقْتُلُهُ- وَ لَهُ عَلَیَّ مُکَافَاةُ أَنْ لَا یَزُورَهُ زَائِرٌ إِلَّا بَلَّغْتُهُ عَنْهُ وَ لَا یُسَلِّمَ عَلَیْهِ مُسَلِّمٌ إِلَّا بَلَّغْتُهُ سَلَامَهُ وَ لَا یُصَلِّیَ عَلَیْهِ مُصَلٍّ إِلَّا بَلَّغْتُهُ عَلَیْهِ صَلَاتَهُ قَالَ ثُمَّ ارْتَفَعَ

Dari Ibrahim bin Syu‘aib al-Mīṡamī, ia berkata: Aku mendengar Abu Abdillah (Imam Ja‘far ash-Shadiq) ‘alaihissalām bersabda: "Ketika Husain bin Ali ‘alaihissalām dilahirkan, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan Jibril ‘alaihissalām untuk turun bersama seribu malaikat guna mengucapkan selamat kepada Rasulullah Saw atas nama Allah dan atas nama Jibril sendiri."

Ibrahim melanjutkan: "Tempat pendaratan Jibril ‘alaihissalām adalah sebuah pulau di lautan. Di pulau tersebut tinggal seorang malaikat bernama Futhrus, dan ia termasuk pembawa ‘Arsy. namun diutus untuk suatu tugas dan terlambat melaksanakannya, sehingga sayapnya patah dan ia diturunkan di pulau tersebut. Di sana ia beribadah kepada Allah selama enam ratus tahun, hingga Husain ‘alaihissalām lahir." Malaikat itu bertanya kepada Jibril: "Ke mana engkau hendak pergi?" Jibril menjawab: "Sesungguhnya Allah Ta‘ālā telah menganugerahkan suatu nikmat kepada Muhammad Saw, maka aku diutus untuk mengucapkan selamat kepadanya atas nama Allah dan atas namaku sendiri." Futhrus berkata: "Wahai Jibril, bawalah aku bersamamu, semoga Muhammad Saw berdoa kepada Allah untukku." Maka Jibril membawanya. Ketika Jibril masuk menghadap Nabi Muhammad Saw, mengucapkan selamat atas nama Allah dan atas namanya, serta memberitahukan keadaan Futhrus, Rasulullah Saw bersabda: "Wahai Jibril, persilakan dia masuk." Setelah Futhrus masuk dan menceritakan keadaannya, Nabi pun mendoakannya, lalu bersabda: "Usapkanlah (dirimu) kepada bayi yang baru lahir ini, kemudian kembalilah ke tempatmu." Maka Futhrus pun mengusapkan diri kepada Husain ‘alaihissalām, kemudian sayap yang tadinya patah itu menajdi sembuh. Lalu Ia terbang ke langit dan seraya berkata: "Wahai Rasulullah, ketahuilah bahwa umatmu kelak akan membunuhnya. Sebagai balas budiku terhadap-Nya, aku berjanji: tidak ada seorang peziarah pun yang menziarahinya, melainkan akan kusampaikan ziarahnya; tidak ada yang memberi salam kepadanya, melainkan akan kusampaikan salamnya; dan tidak ada yang bersalawat untuknya, melainkan akan kusampaikan salawatnya." Kemudian ia pun terbang kembali ke langit."

Sumber: Kitab Kāmil al-Ziyārāt karya Abu al-Qāsim Ja‘far ibn Muḥammad ibn Qūlawayh al-Qummī (w. 367 H/977 M).

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha